Tag-Archive for » archery «

Mar
13

Hollaaaa…long time not write something here. But now, I try to consistent with my blog.. *kisskisscoffecorner* ^^

Well, seperti biasa. Akhir pekan, bukan berarti saya harus berdiam di rumah saja. Kali ini saya memang gak nge-bolang seperti biasanya. Saya coba untuk menelusuri setiap kegiatan menarik yang Jakarta tawarkan. Yak, saya berdamai dengan Jakarta pada akhirnya. *hohoho

Ini bermula dari seorang kawan yang mengajak saya untuk ikut panahan. “Hmm.. panahan?! Memang dibuka untuk umum ya?” Kata-kata itu yang terlintas di benak saya awalnya. Karena saya memang suka sekali tantangan, kontan ajakan nya langsung saya iyakan.

Berbekal peta seadanya (dora is back, hihi), saya bersama Wuri kawan saya datang ke stadion Panahan, gelora Bung Karno. Sayangnya, kami berdua buta akan GBK! Dan kami pun muter-muter GBK dengan suksesnya!

*Koreksian buat GBK, tidak adanya penunjuk arah yang memudahkan pengunjung. Dan tidak adanya informasi di setiap lapangan, olahraga apa yang ada di sana. Ini membingungkan!*

Rintik hujan yang mengiringi saya sejak pagi kini mulai deras. Namun, rasa penasaran jauh lebih kuat. Saya tak mau kalah dengan hujan yang sedang iseng datang dan pergi tak peduli cerahnya langit pagi itu.

Sampai di lapangan panahan, sudah terlihat 3 pria duduk di sana yang belakangan saya tahu dua diantaranya adalah pelatihnya. Coach Danang dan asistennya Mas Robi. Sedangkan pria satunya adalah Taufan, peserta lain pagi itu.

Hujan tak kunjung reda, Coach Danang menawarkan untuk penjadwalan ulang. Namun kami menolaknya. Terlebih lagi saya. Saya memilih bersabar menunggu sambil berbincang-bincang dengan rekan-rekan lainnya. Luki, Anita, Becca, dan Eva menyusul kemudian.

Pukul 12.25, hujan reda langit kembali cerah. Peralatan memanah sudah di tata di tepi lapangan. Busur, anak panah, standing busur (yang ini saya lupa namanya).

Tanpa perlu menunggu lagi, Coach Danang mulai menjelaskan mengenai Panahan. Perkenalan pun dimulai, alasan mengapa memilih panahan sebagai kegiatan akhir pekan jadi pembukanya.

Busur yang digunakan siang itu, bukanlah busur yang digunakan atlet pro. Bahan dasarnya kayu dan juga fiber yang cukup lentur melengkung. Tak heran jika busur ini cukup ringan sehingga tidak menyulitkan pemula seperti saya. String alias benang busur cukup tebal dan kuat. Dan saya tidak boleh meregangnya tanpa anak panah, karena bisa membuat busur patah dan melukai diri sendiri.

Di bagian tengah anak panah terdapat alat yang bisa mengatur jarak bidik. Nah, biasanya ini digunakan untuk atlet profesional sedangkan saya dan teman-teman tidak perlu menggunakannya untuk sementara. DI bagian tengah string terdapat tanda dimana saya harus menaruh anak panah agar tepat di tengah.

Setelah penjelasan mengenai busur selesai, kini beralih ke anak panah. Anak panah ini memiliki panjang kurang ebih 50cm. Dibagian ujung nya berbalut besi yang cukup tajam. Sedangkan dibagian pangkalnya terdapat bulu yang berfungsi sebagai penyeimbang saat anak panah bertolak menuju sasaran.

Ternyata saat menaruh anak panah tidak bisa sembarangan juga lho. Ada aturan-aturannya juga. Seperti bagian mana yang menghadap ke pemanah, dan bagian mana yang harus berada di sisi sebaliknya.

Tap finger, digunakan untuk melindungi jari agar tidak terluka karena menarik string. Pelindung lain berbahan plastic, namanya lupa. Ini digunakan untuk melindungi tangan bagian dalam agar tidak tersabet string.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat memanah. Posisi lengan yang memegang busur tidak boleh terbalik, pundak yang memegang busur tidak boleh terangkat kalau tidak bisa cidera punggung. Dan siku yang menarik anak panah harus diangkat ke atas, bukan diayun menyamping agar tidak terjadi cidera. *Wah.. ternyata ribet juga yah!

Hmm..rasa deg-degan memburu. Tapi nafas harus diatur agar tenang sehingga anak panah tidak bergetar saat dilepas. “Posisi siap…tarik sampai tulang pipi, dan hempaskan!” perintah Coach Danang.

Oya, satu lagi. Anak panah harus ditarik sejajar tulang pipi. Kenapa? Karena hal ini membuat anak panah lurus sejajar sehingga melesatnya tidak bengkok-bengkok. “Kalau tidak kuat ditarik sampai tulang pipi, boleh sampai hidung” ujar Coach Danang menambahkan.

Daaaaaannn, anak panahpun melesat menuju sasaran! Yeay, tembakan pertamaku mengenai area kuning. Disusul panah kedua yang melesat tepat disisi anak panah Luki. Well, not bad for beginner! Hehe..

Tapi saying, pada saat terakhir mungkin karena tangan sudah mulai lelah juga posisi tangan yang seharusnya dalam posisi siap berubah. Tak terelakkan lagi, sabetan string busur pun membekas di lengan. Bengkak kebiruan! Tapi ini gak bikin saya kapok dong! Hehe…

Jujur, kegiatan panahan ini nagih. Rasa penasaran yang tinggi membuat saya terus mencoba agar dapat tepat mengenai sasaran! Tapi tidak sedikit juga anak panah yang melesat jauh melewati sasaran. Biasanya ini pengaruh angin, arah bidikan dan keberuntungan juga sih. Hehehe…

Tanpa terasa, dua jam sudah berlalu. Acara panahan siang itupun berakhir sudah. O ya, ada cerita menarik disaat terakhir memanah. Anak panah saya hilang! Mas Roby sampai turun tangan mencarinya. Seluruh lapangan sudah dicari tapi tetap tidak ketemu.

“Wah, jangan-jangan anak panah nya nyasar ke lapangan hati, Lan!” ledek teman-teman yang lain. Sontak saja kita semua tertawa. *Duh, maaf ya Mas*

Yak, kegiatan panahan hari itu ditutup dengan pendinginan agar tangan tidak njarem (kalau orang Jawa bilang sih gitu,hehe).

Hmm..weekend seru dan gak sabar untuk mencoba kegiatan unik lainnya yang ada di Jakarta. Bagaimana denganmu?