Archive for » November, 2009 «

Nov
30

Entah ada apa dengan hari itu, Jumat kalau saya tidak salah ingat tanggal 22 Mei . Semua pekerjaan sudah selesai lebih cepat dari perkiraan saya, bahkan saya sempat pergi menghibur diri di sebuah gedung pertunjukkan di GI tentu saja dengan rekan kerja saya.

Tak perlu mengantri, tak perlu memakai uang cash kami menggunkaan fasilitas yang sudah diberikan oleh pihak pengelola gedung pertunjukkan (bukan promosi nih!) Tak perlu menungu lama saya sudah berada di dalamnya dan menikmati film yang disajikan. Tapi saya tidak akan membahas tentang film ini, justru kejadian sesudah acara menonton berlangsung yang akan saya ceritakan. more…

Nov
24

Pagi ini, tepat pukul 06.30 pagi disaat warga Jakarta (ups..maaf maksud saya warga Depok ^^) masih asyik bergumul dengan selimut mereka saya justru sudah rapi dan siap untuk beraktifitas. (Hmm..di hari sabtu?? Sungguh berdedikasi sekali bukan?)

more…

Category: ceritaku  One Comment
Nov
20

lampPernah melihat balon? Pasti pernah ya, hidup dijaman apa dan di negeri mana kalau belum pernah melihat balon. Benda lentur banyak warna yang bisa bikin anak kecil nangis berjam-jam demi dibelikan benda bulat ini.

Seperti halnya saya yang sangat menyukai balon. Apalagi balon udara. Balon gas saja saya sering membelinya dulu (kalau sekarang udah ngga dong!) Waktu kelas 6 SD, entah apa yang ada di dalam pikiran saya.

Tiba-tiba saja saya memiliki sebuah ide aneh (hmm..ide aneh dari anak aneh? Pastinya jadi hal yang gak aneh..okey, stop membicarakan yang aneh-aneh, hihihi)

Kalau saya tidak salah ingat hari itu adalah liburan sekolah. Dan kebetulan saya sedang tidak ada jadwal ‘road show’ ke rumah sanak famili. Seharian saya hanya di rumah. Bermain dengan si koming yang makin hari makin manja.

more…

Category: ceritaku  3 Comments
Nov
20

Apa yang ada dibenak kalian saat mendengar kata-kata diatas? Hmm..saya belum terlalu lama ‘akrab’ dengan kata tersebut. Sampai akhirnya malam ini. Saya mempunyai agenda menemani ‘bos besar’ untuk menghadiri sebuah acara dibilangan Kemang.

Katanya sih, ini cuma acara gathering biasa. Tidak terlalu formal, dan santai. Okey, saya sudah mendapatkan gambaran seperti apa acara itu nanti. Hmm..cukup dengan menggunakan kemeja sederhana plus aksesoris seperlunya. Tak perlu mengunakan high heels (karena saya tidak menyukainya), dan hanya memakai riasan simple tak berlebihan.

Saat tiba di tempat yang sudah dijanjikan…
Atmosfernya sungguh tidak pernah saya bayangkan. Gelas-gelas tinggi berdenting, tawa renyah menguap diudara, dan puluhan gelas wine dan cocktail bertebaran dimana-mana, tak ketinggalan puluhan jenis canapé dibawa oleh para pelayan berbaju hitam rapi.

Okey!!! Ini bukan ‘dunia’ saya. Saya seperti alien yang mendarat di planet yang salah. Seperti sedang memasuki sebuah dunia yang bukan saya sama sekali. Para wanita yang berkumpul di sudut ruangan asyik bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris yang belakangan saya ketahui mereka bukanlah ekspat. Ini hanya sekedar untuk menaikkan pamor belaka.

Dandanan bak artis ibu kota yang tengah menunggu giliran mereka naik panggung plus pakaian yang super glamour. Bahu terbuka, super mini, padahal diluar udara sangat dingin. Dan di dalam ruanganpun tak kalah seperti layaknya kutub utara.

Sekelompok pria yang kalau dilihat dari penampilannya mereka itu adalah golongan manusia metroseksual. Jas hitam, kemeja yang dibuka kancingnya setengah, aroma after shave yang menyegarkan. Hmm.. kalau yang satu ini sayang kalau dilewatkan! Hehehe..

Saya memutuskan untuk duduk disudut meja persis di depan sushi bar. Tempat yang paling ‘pewe’ untuk mengamati sekeliling. Beberapa orang diantara mereka mengamati saya dengan pandangan aneh, menelanjangi sambil seolah-olah berkata “Hei, tempat  lo bukan disini! Cepet ganti baju bawa baki..” hahaha,, itu pikiran ekstrem saya.

Tapi saya cuek saja. Ini saya apa adanya, tidak perduli dengan mereka yang bertransformasi menjadi orang lain untuk bisa diakui. I am what I am. Saya cukup nyaman meskipun saat ini saya tengah ‘terjebak’ untuk waktu 2 hingga 3 jam ke depan.

Gourmet World, 19 Nov 09

Nov
19

Masih suka bermain kertas lipat? Istilah kerennya sih Origami. Saya masih! Bahkan sekarang makin serius dengan kerjaan yang satu ini. Mengikuti beberapa kursus singkat yang diadakan oleh sebuah rum more…

Nov
18

Tahu artinya menjadi bridesmaid? Kalau saya sih sebetulnya tidak terlalu paham dengan istilah bridesmaid. Hmm.. ada yang bilang itu adalah istilah keren dari pendamping pengantin wanita, yang membawakan cincin saat pernikahan.

Nah, kali ini saya sedikit membagi cerita saya menjadi.. hmm.. ralat, bukan menjadi tapi akan menjadi seorang bridesmaid (hihihi.. terdengar keren sekali yah :p)

Kemarin sebuah undangan sampai di rumah. Undangan manis berwarna krem dengan guratan tinta emas sederhana namun tetap cantik. Undangan milik Mbak ku tersayang. Hmm.. akhirnya ia akan melepaskan masa lajangnya juga. Memang sudah lama saya mendengar kabar tentang pernikahannya di keluarga besar, tapi saya belum tahu pasti kapan waktunya. Dan ternyata hari bahagia itu akan datang tepat sebulan lagi(kalau sekarang dua minggu lagi).

Selang beberapa jam setelah menerima undangan, Mama memberikan sebuah kabar untuk saya. “Dek, Mas mu udah kasih tahu tuh tanggal pernikahannya,” ujar mama. Saya yang tengah asyik bermain dengan potongan-potongan gambar seketika terkesiap mendengar kabar itu. “Kapan Mah?” tanya saya penasaran. “Persis bulan depan,” katanya sambil lalu.

WHAT??!!! Kok ya samaan sih?! Ada apa sih dengan tanggal itu? Dari sekian banyak tanggal kenapa semua orang memilih tanggal tersebut untuk melangsungkan pernikahan?? Mungkin kalau saya hanya sekedar undangan biasa, saya tidak akan seperti orang kebakaran jenggot saat ini. Tapi ini beda!

Saya pernah berjanji kepada keduanya untuk menjadi ‘pendamping’ mereka saat menikah nanti. Saat saya menyanggupi tak pernah terpikirkan bahwa mereka akan menikah di hari yang sama. Tentu saja tidak! Saya jadi ingat sesuatu. Cerita saya ini mirip dengan salah satu novelnya Clara Ng yang berjudul Indiana Chronicle-Bridesmaid.

Oh Tidaaaakkk!!! Masa iya saya harus berperan seperti Indiana dalam novel tersebut?! Yang jelas-jelas itu gak make sense banget! Oke..oke. kalau Indian masih mungkin karena lokasi acara mereka memang berdekatan, Grand Hyatt dan Nikko walaupun menurut saya tetap saja hal ini sangat diluar akal sehat! Sedangkan saya??? Mas ku ini mengambil lokasi di Mesjid Pondok Indah, sedangkan Mbak ku tersayang di gedung apalah itu namanya di kawasan Kalibata. Dengan jam yang sama persis! Mana mungkin?!

Kecuali saya memiliki pintu kemana saja milik Doraemon, atau jin biru yang selalu membantu saya seperti milik Aladin, atau bahkan teko ajaib?? Hah! Itu hanya ada di dalam khayalan saya saja. Dan pernikahan ini adalah dunia nyata. Dan waktu pun terus bergulir. Semakin dekat dengan hari yang ditunggu oleh kedua orang yang saya sayangi.

Saya tak mungkin kecewakan Mas saya yang sejak dulu saya sudah kagumi(sshhtt..jangan bilang2 yah :p) dan saya pastinya tak mau melewatkan perubahan terbesar dalam hidup Mbak ku tersayang itu. Orang yang selalu support saya dalam kondisi seperti apapun. Lantas saya harus bagaimana?

Belum lagi maslahini tuntas, tiba-tiba Hp saya berdering. Muncul sebuah nama yang sangat tidak asing buat saya. “Ya” jawab saya singkat. “Echaaaaaaaaaaa…” tiba-tiba orang diseberang sana berteriak. Dengan sigap langsung saya jauhkan Hp dari telinga.

“Please, dateng ya pas acara lamaranku,” ujarnya penuh rayu. “Okey, tanggal berapa?” kata saya singkat. “Tanggal 5 Desember..” diam..hening seketika.. dan rasanya saya mau pingsan! Aaarrgghh!!

Category: Tak Berkategori  Tags:  5 Comments
Nov
17

Yak, hari ini bertambah lagi seorang teman saya di jejaring sosial ini. Seorang teman ‘baru’ yang terbilang lama. Teman yang sempat menjadi orang terdekat saya semasa SMA. Teman berbagi senang, sedih, dan selalu jadi inspirasi saya untuk bergerak lebih maju lagi, yak dia itu bisa dibilang role model saya! (saya jujur loh! Di mata saya dia HEBAT!)

Saya cukup mengenalnya, mengenal keluarganya(yah.. dulu kami cukup dekat). Kami berada dalam satu organisasi yang sama. Dan kami sering berceloteh bersama di kantin belakang sekolah sambil makan nasi kare atau hanya sekedar makan pisang molen favorit. Saya paling ingat pembicaraan terakhir kala itu “have u ever doubt about …?” (haha..kalau diingat-ingat geli juga)

Sampai akhirnya kami berpisah. Dia melanjutkan cita-citanya (yang notabene serupa dengan cita-cita saya), dan saya tetap bertahan di kota Jakarta dengan segala hiruk pikuknya. Senang dan sedih bercampur aduk tak terkendali. Senang karena dia bisa melanjutkan cita-cita nya dan sedih karena meninggalkan saya disini, sendiri! Dengan semua cita-cita yang harus saya kubur dalam-dalam dan memulai dengan sebuah cerita baru.

Satu dua tahun pertama kami masih tetap berkomunikasi dengan baik. Bahkan kami berdua tetap berhubungan meskipun dia sudah berada di negeri antah berantah. Senang, kagum, dan sedikit ‘iri’(positive one). Itu yang saya rasakan! Yak, dia dapat mewujudkan apa yang dia inginkan! Dengan keluarga yang selalu mendukung penuh, sangat berbanding terbalik dengan saya. (Hei, tapi saya tetap bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang!)

Sampai akhirnya, komunikasi kami terputus! HP saya hilang dan semua nomorpun ikutan hilang (ya iyalah, masa ngga!) Saya tidak pernah tahu kabar tentang dirinya lagi. Saya terkadang memikirkannya. Apa yang dia kerjakan saat ini? Seperti apa dia sekarang? Hmm.. pasti sudah jadi orang hebat!

Sampai.. kemarin! Saya melihat namanya di salah satu ‘tembok’ teman saya. Saya memekik kaget! Benarkah ini sahabat saya yang sempat hilang? Sudah lebih dari 5 tahun saya tak mendengar kabar terbarunya. Tanpa ragu saya langsung mengajaknya ‘berteman’. Dan jadilah kami sekarang ‘teman’. Senang rasanya! Seperti bertemu dengan ‘gebetan’ saja, haha.. Dan pastinya akan banyak cerita terngakai bersama nya lagi. Dan mungkinkah mimpi kami dulu bisa terwujud bersama? Kita lihat saja!

Tapi entah mengapa, tiba-tiba saya merasa ‘kecil’.. minder.. (hei!!! ini bukan saya banget!!!) Tapi jujur, memang ini yang saya rasakan. Hmm.. dia tak pernah berubah. Punya segudang mimpi dan bersiap untuk mewujudkannya. Dan saya pun bersiap mewujudkan mimpi saya juga. Tapi sekarang kami berdua berbeda.. Kalau dulu kami sering merangkai mimpi kami dan berusaha mewujudkannya bersama, kini kami memulainya kembali dari awal.

Saya mencoba mengenali sosoknya yang baru. Sosok yang lebih matang dan berusaha mengenalnya lebih jauh dari beberapa tulisannya. Dan saya mengtahui ia sudah jauh berubah.. Banyak perkembangan yang tidak pernah saya ketahui. Sewaktu keputusannya menuju Kanada sudah bisa membuat saya tidak tidur lebih dari seminggu. Dan kini soal beasiswa yang diajukan untuk ke Swiss membuat saya terperangah, entah berapa minggu saya akan sulit tidur. hehe.. Over all, saya sangat bangga dengannya! Dan pastinya berusaha meraih mimpi saya dan tidak pernah menyerah hingga akhirnya.

Banyak Bulan kunantikan dan kini kumenemukan Bulanku kembali..

Nov
12

Haduh.. lumayan butuh ‘usaha’ untuk membuat blog ini. Saya yang awalnya tidak terlalu berminat dengan dunia ‘terbuka’ jadi ‘kepincut’ juga setelah melihat beberapa blog teman yang mengingatkan saya akan masa lalu. Bahkan ada seorang sahabat lama yang menantikan saya di dunia blogger ini. Hah.. akhirnya tercipta juga blog perdana saya, hehehe..

Banyak juga ‘gangguan’ saat membuatnya, mulai dari makhluk manis yang terus mondar-mandir di depan saya yang membuat konsentrasi benar-benar terpecah.. hiks.. Tapi saya nikmati.. :p

Untunglah secangkir teh hitam hangat dan sepotong cake pisang pemberian partner saya kembali membangkitkan semangat! Nyam..nyam..

Oya, gak ketinggalan juga rasa terima kasih saya pada si Batman yang membuat dua hari terakhir saya jadi sangat berwarna.. Dan semakin semangat untuk menulis! (Selamat bertugas Batman, kalahkan medan perangmu!)

Nov
12

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!